Wednesday, April 4, 2012

Cerita Dewasa Malinda Dee Part 2

Membuat Malinda Dee Menjadi Maniak Kontol (2) Citibank Gangbang Version

malinda dee doyan kontol Malinda Dee memegang kontolku dengan gemetar, setelah menjilati kontolku empat kali, Malinda Dee terasa jengah dan meludah ke lantai, kontolku yang besar itu tidak sanggup ditatap oleh Malinda Dee. Namun aku sudah kepala basah, kususupkan tanganku ke belahan buah dada Malinda Dee yang over size, tangan Malinda Dee mencekalku, rupanya Malinda Dee berusaha untuk menghindari nafsu buta, aku semakin penasaran, kupelorotkan sekalian celanaku sampai lepas, Malinda Dee memandangku ke atas dengan sinis, namun aku kini pegang kendali terhadap wanita montok itu, kontolku yang besar menjulang ngaceng itu kembali kusodorkan dan menempel di pipi Malinda Dee, sontak Malinda Dee menghindar. Aku tersenyum padanya, namun Malinda Dee hanya memalingkan mukanya ke samping.

“Ayoo deh Tan .. uangku itu tak seberapa .. masih ada yang lain .. ayo deh Tante Malinda kita bermain kontol yuuk .. tuh kontolku sudah ngaceng .. pengin ngewe memek Tante Malinda “ rajukku semakin kalap melepaskan blazer Malinda itu kemudian dengan paksa menarik pakaian dalam setelah blaszer sehingga kemontokan buah dadanya semakin jelas, bentuk branya berbeda dengan bra biasa, talinya lebih lebar dan bentuk branya lebih tipis, puntingnya tercetak nakal, di meja aku melihat ada cutter, kusambar dengan tangan kiriku, aku kemudian ke belakang punggung, kuputus tali branya itu, sontak buah dadanya yang besar itu langsung terburai ke bawah.

“Wooow .. susu Tante Malinda gedhe bangeeet .. aku suka bermain di susu Tante yaa .. kontolku nanti menggesek gesek itu .. “ kataku membuat Malinda Dee kini menutup kedua buah dadanya dengan tangannya menyilang, aku kemudian memutus tali branya lagi, sehingga tuntas sudah tali branya terlepas, Malinda Dee ketakutan dengan bibir gemetar, tidak menyangka ada calon nasabah yang begitu nekad ingin menyetubuhinya, aku kemudian berjongkok dan kutatap mata Malinda Dee, namun Malinda Dee menolak tatapanku dengan memalingkan mukanya, aku kemudian mengelus pahanya yang mulus itu, kulihat sejenak selakangannya sudah basah

“Tante daah basah yaa .. minta disodok sodok sama kontolku ?” tanyaku membuat Malinda Dee terdiam memandangku

“Jangan tatap aku Taan .. tatap saja kontolku “ godaku dengan menyelusupkan kedua tanganku, Malinda Dee menolak aku menarik celana dalamnya

“Lepass deeh .. aku pengin lihat jembut Tante Malinda .. ayo deh Taan .. kontolku enaaak, jangan biarkan aku melukaimu, Tante .. kita sama sama puas, Tante dapat nasabah baru .. aku dapat memek Tante Malinda “ sahutku sambil nakal lebih dalam ke belakang menarik resluting roknya di belakang, Malinda menekan pantatnya ke belakang melarangku menarik reslutingnya.

Toh perlawanan demi perlawanan itu mulai mengendur, namun Malinda Dee masih ogah kuajak untuk bersetubuh. Kupaksa tarik resluntingnya

“Haan .. jangaaaan aaah . tolong jangan lakukaaan . jangan “ tolak Malinda Dee dengan wajah sangat kawatir karena masih berada di kantor

“Ayoolah Taan .. lepas rok Tante .. kita akan selalu memuaskan .. tante nanti pasti ketagihan kontolku “ sahutku dengan tersenyum, kutarik rok pendek itu sampai ke lututnya, Malinda Dee sudah mulai pasrah. Sampai ke lutut aku kemudian menurunkan sampai mata kakinya, aku kemudian mengangkat pantat sedikit dan kutarik celana dalam Malinda Dee, awalnya Malinda Dee menolak

“Duuh .. aku sudah telanjang, kontolku sudah keluar .. ayo deeh Taaan .. aku ingin lihat sarang Tante Malinda .. jembut tante lebat khan ?” selidikku yang membuat Malinda Dee memerah mukanya malu luar biasa itu.

“Jangaaan .. tolong .. sekali lagi .. jangan lakukan .. saya takut .. taa taakuut “ iba Malinda Dee dengan wajah tegang luar biasa, namun celana dalam Malinda Dee pun terlepas jadilah wanita ini menggenakan pakaian awut awutan, bagian dadanya tersembul buah dadanya yang besar, bagian selakangannya memang penuh dengan jembut, lepas aku menelanjangi Manager Relationship Citibank ini, aku kemudian berdiri, kupegang kontolku

“Buka mulut Tante Malindaaa, eh .., Malinda sayaangku .. ayo deh emut kontolku, masukin kontolku dalam mulut Malinda .. enak kok .. ayolaaaaah .. nanti aku oral memek Malinda “ rayuku semakin menggila, namun Malinda Dee hanya menutup mulutnya, kusodorkan kontolku namun Malinda Dee menutup mata dan mulutnya, kutekan kontolku ke bibirnya yang merapat itu. Kutatap lagi wajahnya yang cantik itu, kutekan juga kontolku ke bibirnya yang masih merapat, matanya terpejam tidak berani membuka, aku tersenyum, penolakan yang munafik, biasanya kalo posisi terdesak pastilah wanita ini akan kabur ke arah pintu yang dikuncinya sendiri. Walau tidak kupegang tubuhnya namun Malinda Dee tetap saja di tempatnya.

Buah dadanya besar itu sungguh indah sekali, puntingnya besar, tubuhnya mulai berkeringat, bagian memeknya yang penuh jembut itu membasah seiring rangsanganku yang membuat Malinda Dee semakin terbuai nafsu.

“Ayooo bukaaaaaaa “ kataku lagi, tak kusangka wanita ini malah memundurkan kepalanya dan membuka matanya

“Sayaa yaa ti ti daaak daaak sangguuup .. “ ujar Malinda Dee dengan bibir gemetar

“Atau aku langsung coblos memek Tante Malinda ?” ajakku dengan mendorong bagian pundaknya agar telentang di kursi empuk nan panjang itu

“Jangaaaaaaaaan “ tolak Malinda Dee dengan gelagapan

“Berarti emut kontolku dulu ya ?” tanyaku lagi

“Jangaaaaaaan “ sahut Malinda Dee sekali lagi, matanya kembali terpejam. Aku memajukan selakanganku lagi, kutekan kontolku sampai menyentuh ke bibirnya lagi.

“Ayoo bukaaaaaa “ kataku dengan nada tinggi.

Perlahan bibir Malinda Dee membuka namun kecil

“Kurang lebaaaaaar “ perintah, Malinda Dee membuka lebih lebar dan aku langsung mendorong paksa kontolku yang besar itu membuat Malinda Dee membeliak matanya

“Mmmmmmmmmmmmmmmmhhhhh .. “ lenguh Malinda Dee yang tidak menyangka kontolku melesak nakal sesak dalam mulutnya, gesekan giginya yang menggesek kontolku kutahan rasa sakitnya, Malinda Dee menahan dengan menekan ke pinggangku agar kontolku tidak masuk lebih dalam. Kulihat mulut Malinda sudah kemasukan kontolku sampai separo, namun tidak bisa mundur lagi karena sandaran kursi panjang bagian belakang itu sudah tertempel di belakang kepala Malinda Dee.

“Ayooo .. Tante Malinda .. lonteku sayaaaaaaaaaaaang “ sahutku dengan suara yang mengajaknya agar lebih insten dalam berhubungan seks dengan Manager Relationship Citibank Land Mark Jakarta ini.

Malinda Dee sampai matanya melotot, menahan selakanganku setelah menekan di pinggang

“Diperkosa itu tidak enak Tante .. mending nikmati saja kontolkuu “ kataku lagi sambil menekan kontolku sehingga kontolku amblas lebih dalam mulutnya.

Perlahan wanita itu menjulurkan lidahnya dan menjilati kepala kontolku bagian dalam, kurasakan sentukan dan gesekan lidahnya begitu nikmat, kurasakan kontolku seperti dielus elus barang halus, sontak aku merasakan horny luar biasa, rambutnya yang pirang itu menambah cantiknya Malinda Dee, Malinda Dee lebih cantik jika dalam posisi mengemut kontol.

Perlahan kontolku kutarik dan kumajukan Malinda Dee pun mengikuti gerakanku, kepala wanita ini pelan pelan maju mundur, kontolku yang sesak dalam mulutnya itu diemut dan dipermainkan.

“Iyaa .. teruus Taaaan .. Tante Malinda memang doyan kontol .. nanti akan kubuat maniak kontol deeh “ racauku dengan merogoh ke buah dadanya yang bergelantungan sangat indah nan besar itu, membuat Malinda Dee menggeliat tubuhnya, perlahan pahanya membuka seiring gerakan kepalanya mengeluarmasukan kontolku itu.

Kurasakan setiap mili Malinda Dee mengemut kontolku keluar masuk dengan pelan pelan, kubiarkan selakanganku diam saja agar kepala Malinda Dee yang aktif maju mundur memasukan kontolku itu.

Malinda Dee terus perlahan mengulum kontolku.

Malinda Dee alias Inong Melinda “Ayoo teruus Tanteee .. Malindaku sayaang . kocok kontolku jugaa “ perintahku, Malinda Dee masih memejamkan matanya menikmati oral kontolku dalam mulutnya, kontolku kemudian dipegangnya, Malinda Dee mengeluarkan kontolku itu, kemudian membuka matanya dan menatap kontolku dengan pandangan yang masih risih, bibirnya gemetar sehingga air liurnya menetes seiring emutan pada kontolku yang sudah keluar itu.

“Bilang .. Tante Malinda doyan kontol “ perintaku, Malinda Dee menggeleng pelan

“Ayoo “ sahutku

“Iyaa yaa .. Malinda do do yaan .. koon .. kontol .. “ ujar Malinda Dee dengan gemetar seolah takut takut.

“Bersediakan Tante Malinda kuewe memeknya ?” tanyaku

“Iya yaa .. maaa maaau “

“Kita akan kawin sayaang .. Tante Malinda akan kukawini nanti .. “ rayuku lagi

“Yaaa .. Malinda mau saja dikawini .. tapi keluar di luaaar “ elak Malinda Dee dengan menggeleng pelan

“Di dalam Tante .. “

“Tidak maaaaaau “ jawab Malinda Dee dengan nada sedikit galak.

“Oke .. kocok kontolku deh Taaan .. aku pengin Tante Malinda bermain dengan kontolkuuu “ perintahku dengan menatap tajam ke matanya itu, kusingkapkan rambutnya itu agar tidak berada di depan dadanya, sehingga aku bisa menikmati kemontokan susunya yang besar itu.

“Eiit .. Tante Malinda bilang yang tegas deeh …. doyan kontolku gitu “ ajakku lagi

“Iyaa .. Malinda suka kontolmuuu “ sahut Malinda Dee dengan nada dinaikan lebih keras.

Malinda Dee kemudian mengocok kontolku pelan pelan, tangannya yang lentik itu tidak sanggup melingkari kontolku, kontolku yang basah karena air liur itu terasa mudah di kocok oleh Malinda Dee.

“kita enam sembilan tanteee .. siap yaa “ kataku dengan menahan tangan Malinda Dee, Malinda Dee pun menurut kemudian Malinda Dee menggeser duduknya lalu rebahan.

“Aku suka memek Tante Malinda yang penuh jembut ini “ ujarku dengan naik ke kursi panjang nan empuk itu mengangkangi tubuh Malinda Dee yang montok luar biasa itu. Buah dadanya sampai bergerak ke sana ke mari seiring tubuhnya rebahan ke kursi panjang itu.

“Buka paha Tante Malindaaa .. uuuh .. basaah bangeeet .. sudah ndak tahan ya tante .. sabar deeeh … aku lebarin memek tante yaa “ kataku dengan membungkuk dan langsung menjilati memek basah itu dengan rakus, Malinda Dee tak karuan dengan mendesis sambil tangannya menggapai meja di sampingnya itu, kusapu memek yang basah itu, kujilati lubang memeknya itu dengan lidahnya

“Ooh .. jangaaan aaaaaaaaah aduuuh .. jangaaaan …. Aaaaaaaaaaauh sssssssshhh ssssssshhh hhh .. mmmmmmhh, mmmhhh .. Haaan .. jangaan nakaaal aaaaaaaaaah .. uuuh eeeeeeh .. oooooh …mmmhhhhh “ desis Malinda Dee dengan kepala menggeleng geleng, matanya melihat ke bawah karena posisi kepalanya lebih tinggi dengan rebahan itu, namun aku kemudian menurukan selakangaku, sehingga kontolku menutupi pandangan Malinda Dee di mana aku sedang nakal menjilati memeknya.

Tangan Malinda Dee pun memegang kontolku dengan erat dan dikocoknya

“Aayoo kocok .. kocokin yaaaaaaaaa “ ajakku dengan melesakan lidahku masuk ke dalam celah memeknya yang basah itu, mulut Malinda Dee kemudian membuka dan menelan kontolku

“Hmmm .. Tante Malinda sudah doyan kontol rupanyaa “ sahutku dengan kembali mempermainkan lubang memek Malinda Dee itu, aku semakin bersemangat menggarap manager citibank ini.

Aku begitu rakusnya menjilati lubang memeknya yang memerah seiring aksi nakalku menjilati dan menyedot lubang memeknya, belum lagi pahanya yang montok itu aku elus elus dengan rabaanku, kuangkat bagian dadaku lebih atas dan kulihat Malinda Dee sedang asyik mengulum kontolku keluar masuk mulutnya.

Kusapu kembali lubang memeknya, kujilati klirotisnya itu, kali ini Malinda Dee sudah semakin cepat bermain dengan kontolku.

Tubuh kami sudah penuh dengan keringat, kami berdua sudah telanjang bulat ingin segera kawin di kursi panjang kantor Citibank Land Mark jalan Sudirman Jakarta itu.

Geliat tubuh Malinda Dee semakin tak karuan seiring jilatan lidahku di klitorisnya itu, perlahan lahan Malinda Dee tak karuan sampai menahan kontolku dan dikocoknya pelan.

“Sudaah Tanteee “ kataku sambil mengelus elus memek Malinda Dee. Aku pun menahan tangan Malinda Dee agar tidak bermain dengan kontolku, aku kemudian memutar kemudian aku keluar dari kursi panjang itu, aku berdiri dan kutarik tangan Malinda Dee.

“Ayo emut lagi yang semangat Tante .. yakinlah Tante Malinda sangat doyan kontol .. Malinda sayang .. lonteku sayaaang .. ayo deeh .. emut kontolku “ ajakku lagi

Malinda Dee yang bangun itu langsung kusodorkan kontolku, Malinda Dee langsung saja melahap kontolku dengan membuka mulutnya lebar lebar, kali Malinda Dee setengah rakus memasukan dan mengeluarkan kontolku dalam mulutnya, lidahnya menjilati kontolku, kontolku dengan lahap dimakan dan diemut emut, kontolku sampai dipakai menggosok giginya, kontolku menyelinap di antara gigi dan pipinya itu>

“Hhhmmm .. mmmmmmmmmhhh .. “ suara yang keluar dari mulut Malinda Dee, gantian sebelah kanan pipi dan giginya digosok oleh kontolku terasa nikmat luar biasa, kemudian Malinda Dee menggocok kontolku dengan cepat, terakhir Malinda Dee menyedot kontolku walau tidak kuat namun kurasakan nikmat luar biasa

“Sudah Tante .. aku pengin kawin sama Tante Malinda .. rebahan deh Tantee .. aku coblos yaa “ ajakku sambil menahan tangan Malinda Dee yang masih memegang kontolku itu. Malinda Dee pun menurut kemudian rebahan

“Lebarkan paha Tante Malinda .. wuih .. Tante memang nikmati kalo digenjot dari atas “ pujiku

“Iyaa .. genjotin saja sepuasmu .. “ sahut Malinda Dee tanpa ekspresi itu.

Aku kemudian naik lagi ke atas dan berada dalam naungan pahanya yang mulus itu, kulebarkan pahanya, kutatap buah dadanya yang besar itu, sedangkan Malinda Dee sampai tegang menunggu kontolku masuk ke dalam memeknya

“Bersediakah Tante Malinda aku kawini ?” tanyaku

“Yaa .. kawini sajaaa “ jawab Malinda Dee pendek.

“Siap yaa .. memek tante sempit … “

Aku kemudian menindihnya dan mengajaknya saling bercumbu, kulumat bibirnya yang seksi itu, Malinda Dee pun membalas lumatanku, tanganku kupakai dengan meremas buah dadanya sebelah kiri itu, Malinda Dee sampai menggeliat, hendak menahan kepalaku, namun lumatanku sangat rakus, sehingga Malinda Dee pasrah mengikuti lumatanku, kurasakan lidah kami saling bertaut, kami saling menghisap, kurasakan hisapan, kurasakan manisnya bibir Malinda Dee itu.

Malinda Dee sampai terengah kuajak saling melumat itu

“Ta taaa haaan aaaaah .. tante ndak kuaaat aaah .. “ elak Malinda Dee menghindar lumatanku itu.

“Oke deeh .. aku coblos yaaa “ sahutku dengan menghembuskan nafasku karena aku juga tidak tahan ingin segera kawin dengan Manager Relation Citibank ini.

Malinda Dee mengangguk pelan, kupegang kontolku dan kudesakan pada lubang memeknya yang basah itu, Malinda Dee menjerit kecil

“Aaaaaaaaaaaaaaaauh .. sakit .. aaaaaaaaaaaah ..sssssssssssshhh hhhh… huuuuuuuh .. mmmmmmmmmmhhhh “ lenguh Malinda Dee merasakan kontolku mulai melesak masuk

“Tarik duluu . uuuuuuuh “ seru Malinda Dee kemudian, kutarik kontolku dan kutekan dengan tenaga besar membuat Malinda Dee mendongak ke atas. Kuatur rambutnya ke atas agar tidak mengangguku bermain dengan susuku, kumasukan punting susunya dalam mulutku dan kusedot sehingga Malinda Dee menjerit lagi.

Kontolku kutarik dan perlahan lahan kontolku melesak lebih dalam disertai gemetaran tubuh Malinda Dee yang tak karuan rasanya aku kontoli itu. Malinda Dee sampai membusungkan dadanya ke atas, kontolku sudah masuk separo, luar biasa sesak dalam memeknya, sampai sampai aku menahan sebentar sambil membuang nafas.

Kami diam sejenak, Malinda Dee menungguku aku kemudian menarik kontolku, kudorong lagi dan kami pun semakin panas saja, keringat membanjiri tubuh kami, hawa AC dingin tidak kami gubris.

Berkali kali aku turun dan naik dengan tenaga besar, kuhujamkan kontolku dalam dalam agar amblas nan mentok disertai jeritan Malinda Dee melenguh

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ lenguh Malinda Dee dengan nafas yang ngos ngosan itu, aku pun tidak memberi jeda, aku langsung menindihnya mengejar bibirnya sambil pantatnya naik turun menggenjotnya

“Aaah .. Haan aaaaaaaah …. Nggak kuaaat aaaaaaaah “ erang Malinda Dee merasakan serbuah bibir, kontol, serta tanganku yang meremas buah dadanya yang besar itu, Malinda Dee montang manting tak karuan, genjotan demi genjotan aku lakukan.

susu besar malinda dee “Oooh .. sssssssssssssssh ssssssssshhh hhh .. aaaaaaaaauh aaaaaah .. uuuh aaah .. uuuh .. aah .. uuuuh “ lenguh Malinda Dee seiring aku menggenjotnya dengan gencar, memeknya yang basah itu nikmat sekali, kurasakan gesekan batang kontolku di dinding memeknya yang mengcengkeram dengan ketat, kurasakan kontolku seperti di peras peras dan diurut urut oleh otot otot memeknya itu.

Kami berpacu dengan gerakan berlawanan

“Uuh memek Tanteee Malindaaaaa ..enak bangeeeeeet hhuuuuuuuuuuh ..ayo deeeh .. ayoo .. ikuti gerakaaaanku “ ajakku dengan gencar menggenjot Manager Relation Citibank Land Mark ini.

Aku menggenjot lebih cepat sampai Malinda Dee merem melek keenakan, ta kusangka Malinda Dee sampai mengeluarkan kata nikmat

“Ohh .. enaaak eeeeeh .. aaaaauh .. sudaah aaaah sudaaah .. ndaaak kuaat “ lenguh Malinda Dee tak karuan, aku pun terus gencar menyerbu, kontolku sudah tidak tahan, Malinda Dee berusaha mengontrol agar kontolku tidak muncrat di dalam, namun karena terbuai serbuanku itu Malinda Dee pun pasrah jika aku menggelontorkan spermaku menembus rahimnya.

Kurasakan memek Malinda Dee menjepit kuat kontolku, kurasakan mata Malinda Dee hanya terlihat memutih keenakan aku setubuhi, tubuhnya tergoncang goncang akibat sodokanku itu, Malinda Dee sampai terpejam kemudian ketika tubuhnya sudah tidak kuat lagi, memeknya menjepit kuat kontolku dan itupun aku merasakan kontolku sudah tidak tahan, Malinda Dee menjerit kuat ketika mencapai puncak klimaks dengan tubuh tegan dada membusung menabrak dadaku

“Ooooooooooooooooooooooh aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang Malinda Dee kuat sambil tubuhnya tegang, aku pun menghujamkan kontolku dalam dan kusemburkan isi kontolku

“Craaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaat .. craaaaaaaaat … craaaaaaat “

Kami berdua sampai berkelonjotan bertindihan itu, tubuh kami bersemangat berkelonjotan, Malinda Dee penuh dengan keringat membanjir, aku pun lemas setelah berkelonjotan, kurasakan banyak cairan kental yang kurasakan pada kontolku yang tertancap dalam memeknya yang basah itu

Lelehan spermaku sampai keluar dari sela sela memek Malinda Dee, Malinda Dee diam dengan dada naik turun dan mata tertutup, sejenak kami diam, namun aku terkejut ketika tangan Malinda Dee menepuk pundakku keras

“Kurang ajaaar .. aku bilang di luar .. masak di dalam “ sungut Malinda Dee dengan wajah marah.

“Ntar aku sodoki lebih keras .. “ sahutku enteng

“Jangaan “ tolak Malinda Dee lagi

“Tidaak .. kita akan main lagi .. sampai sama sama puas .. aku belum puas Tante .. aku pengin Tante Malinda nungging di meja mancal .. “

“Waduuuh .. jangaan aaaaaaaah .. kita lakukan di luar sajaa .. Tante ndak mau “ tolak Malinda Dee yang gelagapan itu

“Pokoknya sekarang .. atau aku batalin nyimpen uang di citibank” ujarku santai

“Huuh .. kamu jahaaat .. ini gimana kalo aku hamil ? payah aaah sudaah aaaah “ tolak Malinda Dee dengan nada protes

“Sekali lagi kita main .. sama sama puas Tante .. oke deeh .. ayo deh Tan .. setelah ini kita selesaikan kontrak .. gimana ?” tanyaku

Malinda Dee menatapku kosong dan kemudian memalingkan wajahnya, nasibnya benar benar apes, mengejar uangku malah Malinda Dee menggadaikan tubuhnya untuk kugeluti, kutarik badanku dan aku pun merasakan sakitnya kontolku tergesek itu, aku menarik badanku dan duduk di depan Malinda Dee yang tiduran mengangkang itu.

Malinda Dee bangun dan sampai shock melihat kontolku penuh lendir

“Jilati Tante .. jilati, habisin spermaku .. telaaaaaaaaaaan “ ajakku sambil memegang kepala Malinda Dee dengan paksa, Malinda Dee pun sampai berusaha berontak

“Gilaaaaaaa .. kamu seperti binataaang “

“Tante Malinda juga betinaaaaaaaa “ balasku tak kalah. Malinda Dee sampai tegang tak karuan menahan tanganku yang menekan kuat itu, Malinda Dee masih tidak mau, aku tetap terus berusaha agar kontolku bersih, setelah itu akan kuewe di meja kerjanya itu.

No comments:

Post a Comment